Thursday, 13 June 2019

Story of Life : Cumlaude


Masa studi di perguruan tinggi akhirnya telah aku selesaikan. Aku sangat bersyukur karena Allah telah memberiku jalan, dimana ada jalan yang mudah dan adapula jalan yang terjal, hingga aku dapat menyelesaikan pendidikanku. Selain itu, aku lebih bersyukur lagi kepada-Nya karena telah memberikanku kemudahan untuk mendapatkan pekerjaan sebelum aku wisuda. Rasanya lega, akhirnya aku bisa sedikit mengurangi kebiasaan merepotkan kedua orang tuaku.

Hari itu aku mendapatkan cuti dari kantor untuk mempersiapkan wisuda besok. Di pagi yang cerah, aku berangkat dari rumah menuju kampus untuk menghadiri undangan dan gladhi resik hari ini. Jarak dari rumah ke kampus cukup jauh, sekitar 1 - 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan. Aku sudah tidak lagi kos di Kota Malang, melainkan kos di dekat kantor tempat aku bekerja. Tempat kerjaku juga tidak jauh dari pusat Kota Malang, sekitar 30 menit waktu tempuh kendaraan.

Dengan berbagai alasan yang indah, bagiku hari itu memang benar-benar indah. Aku sengaja tidak membawa kendaraan sendiri dan memutuskan untuk naik bus dari terminal dekat rumahku menuju kampus. Aku merasa, aku bisa bernostalgia dengan masa laluku dan mencoba menciptakan mimpi-mimpi baru untuk masa depanku. Di dalam bus pun aku tidak berhenti berdo’a, mengucap syukur kepada Allah atas beberapa mimpiku yang menjadi kenyataan.

Berhubungan dengan apa saja mimpiku yang telah menjadi kenyataan, aku memiliki kebiasaan di setiap malam pergantian tahun, yaitu dengan membuat list target yang aku harus capai pada satu tahun ke depan. Aku masih ingat betul, di malam tahun baru 2016 targetku diantaranya yaitu lulus dengan nilai cumlaude , kedua orang tua bisa duduk di tempat duduk VVIP saat aku wisuda dan mendapatkan pekerjaan sebelum wisuda. Dengan tanpa adanya keraguan dari diriku sendiri atas target-targetku dan setelah melewati masa jatuh bangun untuk mewujudkannya, akhirnya Allah mengijinkan mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan. Semoga, mimpi-mimpi yang telah terwujud itu penuh dengan ridlo dan berkah-Nya. Aamiin.

Setelah kurang lebih 45 menit waktu perjalanan, bus akhirnya berhenti di Terminal Gadang Kota Malang. Selanjutnya aku masih harus naik angkutan umum untuk menuju ke kampus. Sekitar 20 menit kemudian aku sampai di pertigaan Jalan Soekarno Hatta Malang. Setelah turun dari angkutan, aku menyebrang jalan raya, kemudian berjalan melewati jembatan yang ada di Jalan Soekarno Hatta. Saat berjalan di atas jembatan, aku menikmatinya. Sesekali aku memandang langit, kemudian memandang jalanan yang begitu ramai. Banyak energi positif yang aku hirup pagi itu.

Aku telah sampai di gerbang utama kampus biru, kemudian menuju ke gedung utama. Kemarin aku mendapatkan telepon dari kemahasiswaan kampus untuk wawancara hari ini. Aku masuk ke dalam gedung utama dan terlihat salah satu petugas bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan ke arahku, menyambutku dan memastikan bahwa yang datang adalah aku. Selamat atas prestasinya menjadi salah satu mahasiswi terbaik di wisuda tahun ini. Pria itu kemudian menjabat tanganku dengan hangat.

Pria itu kemudian membimbingku untuk menemui beberapa wartawan yang sudah duduk di sofa pojok ruang tamu. Sekitar kurang lebih 10 wartawan dari media yang berbeda mulai melontarkan satu per satu pertanyaan kepadaku. Aku berusaha menjawabnya dengan baik, sopan dan menjauhkan diri dari perasaan berpuas diri. Aku hanya ingin, dari setiap jawaban yang kuberikan, nantinya akan mereka tulis untuk memberikan positif vibes kepada orang lain.

Selama kurang lebih 2 jam, wawancara dan pengambilan foto akhirnya selesai. Dari wawancara yang telah dilakukan, banyak pelajaran yang aku dapatkan dari hasil tukar pikiran dengan para wartawan. Kami saling berbagi pengalaman dan mereka juga banyak memberikan pesan-pesan kehidupan kepadaku, mengingat mereka semua lebih tua dariku dan tentunya mereka juga telah merasakan lebih banyak asam manis kehidupan.

Kusampaikan rasa syukur yang begitu mendalam kepada Allah swt. , serta terima kasih atas segala dukungan, do'a dari kedua orang tuaku , teman-teman kuliahku dan seseorang yang dekat denganku adk .

ps. untuk semua orang yang saat ini sedang berjuang dalam pendidikan, karir, usaha dan hal lainnya... tetaplah berusaha dengan keras, sesulit apapun itu! seterjal apapun jalannya! karena kita tidak akan pernah tau seberapa kemampuan kita dan seberapa besar yang akan kita dapatkan ketika kita berani mencobanya. Tidak ada usaha yang tidak memberikan hasil, maka teruslah berusaha dan syukuri seberapapun hasilnya yang akan terus berprogres, hingga perjuangan berbumbu kesulitan dan air mata itu benar-benar menjadi kesuksesan :)


https://suryamalang.tribunnews.com/2016/10/28/ingin-mudah-gapai-impian-tiru-cara-mahasiswi-ini

https://malangtoday.net/malang-raya/inilah-gadis-cantik-predikat-wisudawan-terbaik-dalam-wisuda-tahap-2-polinema/ 

http://nonssl.whyalways.me/malang-raya/inilah-gadis-cantik-predikat-wisudawan-terbaik-dalam-wisuda-tahap-2-polinema/

Gedung AA
Politeknik Negeri Malang
Malang, 28 Oktober 2016

Tuesday, 15 July 2014

Story of Life : Our Journey of Social Voluntary

Bersyukurlah kalian yang hidupnya serba berkecukupan....
Karena dibalik kalian yang sedemikian rupa, ternyata masih banyak diluar sana saudara kita yang sebagian atau bahkan seluruh bagian dalam mempertahankan hidupnya membutuhkan pertolongan kita...

Pagi yang cerah diiringi dengan semangat kami yang menggelora semakin meringankan langkah kami untuk melakukan perjalanan hari ini.
Apa saja yang akan kami lakukan hari ini dan untuk beberapa hari ke depan?
*(for the first activity)
Tahukah kalian, anak-anak dibawah umur 17 tahun sangat menyukai hal baru?
Kali ini aku dan teman-temanku memberikan mereka bimbingan untuk membuat prakarya dari stick bekas ice cream untuk dijadikan kerajinan tangan seperti pigura, tempat alat tulis, dsb.

 
Pelajaran yang kami dapatkan:  Apakah kalian tahu? anak-anak ini tidak semuanya gampang diatur. Ada beberapa dari mereka yang sangat jahil s e k a l i dan kami butuh kesabaran ekstra buat mengendalikannya. Tapi, yang membuat kami heran adalah mereka yang jahil ini kerjanya lebih cerdas dibandingkan anak-anak yang patuh. Pembelajaran baru bukan? "don't judge everything from the cover"

*(for the next activity)
Setelah memberikan bimbingan membuat prakarya kepada anak-anak, kami dibantu oleh beberapa pihak relawan mengadakan berbagai lomba untuk anak-anak, antara lain lomba adzan, sholat, tilawatil qur'an dan cerdas cermat. Disamping anak-anak mengikuti perlombaan, untuk para bapak dan ibunya mengikuti penyuluhan penyakit reumatik.
Pelajaran yang kami dapatkan:  Sungguh luar biasa minat mereka untuk mengikuti berbagai kegiatan yang kami adakan. Semangat mereka luar biasa sekali. Semoga bermanfaat yaaa!!! Aamiin.

*(for the next next activity)
Malam hari setelah sholat tarawih, kami membuka tiga lapak untuk berdagang. Yeah, kami mengadakan bazar baju layak pakai :-D
WAW!!! Antusias warga sangat sesuatu sekali. Kami baru saja menjajakan dagangan kami dan mereka mulai berdatangan.
Kami pasang bandrol baju mulai dari Rp.1.000,00;Rp.3.000,00;Rp.5.000,00


Pelajaran yang kami dapatkan:  Lihatlaaah!!! Selalu bersyukurlah kalian masih bisa membeli baju baru dari toko. Sedangkan bagi mereka, dengan membeli pakaian yang pernah kalian gunakan, mereka sudah begitu bersyukur sekali. Jadi, jangan lupa selalu bersyukur yaaa!!!

next day...

Perjalanan kami berlanjut di hari berikutnya. Mau tahu apa saja yang kami lakukan di hari kedua?

*Pengobatan Gratis (untuk usia lanjut) serta Penyuluhan Gigi dan Mulut (untuk anak-anak)
Nah, kali ini kegiatan kami dibantu lagi oleh para pihak relawan. Pagi itu kami melakukan dua kegiatan sekaligus. Jadi beberapa dari kami ada yang meng-handle di kegiatan pengobatan gratis, dan sebagian dari kami meng-handle kegiatan penyuluhan gigi dan mulut.
Ketika aku melihat ke aktifitas pengobatan gratis, apa yang membuat aku sangat prihatin? sungguh, aku berkali-kali mengucapkan istighfar dan bersyukur atas nikmat Tuhan selama ini yang telah kurasakan.
Saat itu aku melihat seseorang usia lanjut sedang berobat kepada seorang dokter yang telah siap melayani. Dokter menyuruhnya untuk menimbang berat badan diatas timbangan yang telah disediakan.
Kalian paasti tahu bagaimana cara menggunakan timbangan tersebut bukan?
Yappp. Kita naik diatas timbangan tersebut.
Tapi apakah kalian tahu? tidak semua saudara kita mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, sehingga mereka tabu dengan alat-alat kesehatan yang sedemikian rupa.
Seseorang tersebut meletakkan tangannya diatas alat timbangan tersebut, lalu dokter membimbingnya dengan menapakkan salah satu kaki diatas timbangan. Kemudian, seseorang usia lanjut tersebut menirukan bimbingan dokter dengan menapakkan hanya salah satu kaki. Dan, dengan tersenyum manis dokter tersebut membimbing kembali seseorang usia lanjut untuk menapakkan kedua kakinya diatas timbangan. Ya Tuhaaan, miris sekali rasanya :'(
Aku pun melihat kegiatan di lain sisi, yakni penyuluhan gigi dan mulut untuk anak-anak. Mereka sungguh luar biasa antusias sekaliii. Memang sebagian besar dari mereka gigi dan mulutnya tidak terawat, sehingga ketika mereka mendapatkan penyuluhan tersebut, mereka terlihat sangat begitu memperhatikan,
Pelajaran yang kami dapatkan:  Mungkin memang kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Akan tetapi, sempatkanlah beberapa jam saja waktu kalian untuk mereka. Mereka yang sebenarnya membutuhkan lebih akan bentuk perhatian dan bimbingan nyata dari kalian. Sekecil apapun yang kita beri kepada mereka, tidak akan pernah ada yang sia-sia.

*Buka Bersama dengan Anak Yatim
Kegiatan selanjutnya yaaa... Untuk kegiatan kali ini aku begitu bersyukur sekaliii. Akhirnya aku bisa merasakan berbuka bersama mereka (anak-anak yatim) yang begitu dicintai Nabi Muhammad saw. Buka bersama yang terasa begitu istimewa sekali bagiku selama perjalanan bulan ramadhan tahun ini. So Amazing!!! Aku sampai benar-benar over explore about what I feel.
Pelajaran yang kami dapatkan:  Percayalah, berbagi itu indah. Bahkan sangat indah ketika kita berbagi kepada mereka yang benar-benar pantas untuk tempat kita berbagi.

next day...again,

Okeee.... hari ini adalah hari terakhir kami disini. Di tempat yang begitu indah untuk berbagi ini.
Kegiatan yang kami lakukan hari ini adalah *Pembagian Sembako Gratis
Karena medan area begitu cukup melelahkan, akhirnya kami membagi di tiga titik daerah yang akan kami bagikan sembako. Kami membentuk beberapa kelompok dan satu per satu rumah kami datangi untuk kami beri sembako gratis. Raut wajah bahagia mereka sangat begitu terlihat.
Setelah pembagian sembako ke rumah-rumah warga selesai, aku dengan beberapa temanku memasuki kawasan hutan. Bagaimana perasaan kalian jika kalian tahu bahwa ada satu warga yang rumahnya terselip disana?
Kami berjalan sekitar 3 kilometer. Kurang atau lebih ya? yang jelas aku merasa itu perjalanan yang sangat melelahkan. Dan begitu lega ketika telah sampai disana.
Iya benar, rumahnya di tengah hutan. Pria yang terlihat begitu tua itu tinggal sebatang kara disana. Konon ceritanya, istrinya meninggalkannya ketika sang anak telah menikah.
Pelajaran yang kami dapatkan:  Sekali lagi, berbagi itu indah. Sangaaat indah :-) Maka, berbagilah!!!

Hmmm... Perjalanan ini begitu memberikan banyak pelajaran bagi kami untuk terus berbagi. Terimakasih kami ucapkan kepada Allah, atas kesempatan belajar yang kami dapatkan. Hidup memang harus terus belajar ;;) Semangat kakaaa!!!




Desa Pandansari
Dusun Sukosari
Kecamatan Poncokusumo
Kabupaten Malang
Jawa Timur
11-13 Juli 2013...



Wednesday, 5 February 2014

A Part of Life's Story : Leader's Birthday, 19th

Detik waktu terus berjalan..
Berganti menjadi menit..
Menit berganti menjadi jam..
12 Jam berganti menjadi hari..
30 hari bersatu, menjadi bulan..
12 bulan bersatu, berganti tahun..
Dan, perjalanan detik waktu itu selalu dalam dekapan kebahagiaan dan kesedihan..

Waktu terus berjalan, melaju ke depan, hingga akhirnya ia berjalan dengan begitu cepat..
Layaknya ilmu padi, "semakin tua semakin berisi, semakin tua semakin merunduk".
Waktu juga menginginkan perjalanannya sampai pada tujuan yang pasti.
Ia selalu berharap 'kapan' yang telah menjadi waktunya harus dapat melakukan sesuatu dan mendapatkan pencapaian.

Karena ia terus berjalan..
Ia tidak menginginkan dalam perjalanannya, ia melupakan sesuatu.
Ia tidak menginginkan ketika sudah saatnya, ia tidak melakukan sesuatu.
Karena, keduanya akan berujung kepada penyesalan.
Ia ingin apa yang sudah saatnya, ia telah melakukan sesuatu, bahkan mendapatkan sesuatu.
Dengan demikian, ia akan sampai pada ujung keberhasilan.

Perjalanan waktu untuk berusaha, untuk terus berdo'a dan untuk selalu yakin hingga mencapai sebuah keberhasilan yang hakiki...

*Alhamdulillah Ya ROBB, atas segalanya yang telah Engkau berikan kepadaku sampai detik ini.
Terimakasih ibu ayah, atas pengorbanan kalian selama ini.
Terimakasih adek, telah menemaniku di dalam sebuah keluarga yang 'istimewa'.
Terimakasih untuk semua sahabat terbaik yang kumiliki, kalian telah hadir tepat di pergantian waktu pengurangan kesempatan hidupku. Kalian benar-benar 'luar biasa'.
Terimakasih untuk semua orang yang telah hadir di dalam kehidupanku, yang telah mendo'akanku. Semoga ALLAH mengijabah do'a kalian. Aamiin.
'Semoga sebuah lilin itu tidak pernah padam'


Thankiss my beloved friends :* {}

 5 February, 00.16 WIB



5 February, 00.21 WIB


Thursday, 12 December 2013

A Part of Life's Story : Masa Lalu vs Masa Depan


Hidup...

Selalu saja mengarungi 2 masa...
Ya , masa lalu dan masa depan.
Apa sih hasil dari masa lalu?
Dan, apa yang akan terjadi di masa depan?

Masa lalu... terkadang memang indah, namun lebih banyak terjadi sebuah penyesalan.
Saya menyesal karena kemarin sudah berbuat salah ,
Saya menyesal karena kemarin tidak jadi memilih itu ,
Saya menyesal karena kemarin sudah membuang-buang waktu ,
dsb.

Lalu, bagaimana dengan masa depan?
Saya besok tidak mau berbuat salah lagi !
Saya besok harus memilih itu !
Saya besok harus memanfaatkan waktu !

Dari sini bisa menarik kesimpulan belum?
Jikalau belum, oke deh... saya akan menjelaskannya :)

Masa lalu adalah kejadian yang sudah pernah kita alami, sudah pernah kita lewati, dan sudah pernah kita rasakan pahit-manisnya. Jadi, simpulannya, masa lalu itu ada yang pahit dan ada yang manis.

Masa depan? disinilah kita seharusnya tidak mengulangi kejadian di masa lalu, dalam artian memperbaiki atas kejadian di masa lalu.
Jika kemarin kita melakukan kesalahan, pasti besok kita tidak mau berbuat salah lagi .
Jika kemarin kita tidak jadi memilih sesuatu yang baik, pasti besok kita akan memilihnya .
Jika kemarin kita membuang-buang waktu, pasti besok kita akan memanfaatkan waktu .
Contoh diatas merupakan masa lalu kita yang pahit bukan ? Bagaimana hubungan antara masa lalu yang manis dengan masa depan ?
Jika kemarin saya tidak salah, jadi besok saya benar .
Jika kemarin saya sudah memilih sesuatu yang baik, jadi besok saya memilih yang lebih baik .
Jika kemarin saya sudah bisa memanfaatkan waktu, jadi besok saya akan menjalankan waktu .

Understand ? 

Jadi, hidup ini semula berasal dari hal buruk, yang akan berubah menjadi baik dan berubah lagi menjadi yang lebih baik, atau bahkan terbaik.
Semua itu tidak lepas dari proses belajar. Ya, belajar dari kejadian di masa lalu. Dimana, masa lalu itu adalah pelajaran bagi kita agar ke depannya kita bisa berubah. Dari yang buruk menjadi baik, tidak bisa menjadi bisa, hitam menjadi putih

Masa lalu jangan dijadikan benalu untuk menghadapi masa depan, namun biarkan berlalu seiring berjalannya waktu, sebagai pelajaran yang berharga dan cukup menjadi kenangan dalam sejarah hidup.

Karena, bagaimanapun situasinya, kita tidak akan lagi kembali pada masa lalu .
Dan, jika tidak ada masa lalu, kita tidak akan pernah bisa belajar untuk menghadapi masa depan. 

Semua orang tentu ingin menjadi lebih baik daripada sebelumnya bukan?
Apalagi untuk orang muslim, Nabi saw pernah mengatakan bahwa, "Siapa yang hari ini sama seperti hari kemarin maka dia orang merugi. Siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia orang yang beruntung. Maka siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia orang yang terlaknat".
Oleh karena itu, jadikanlah hari kemarin sebagai pelajaran untuk hari esok yang lebih baik. Jika kemarin kita buruk, maka esok kita harus baik. Jika kemarin kita baik, maka esok kita harus lebih baik. Semua itu juga membutuhkan komitmen, komitmen yang kuat untuk mengatakan, “Saya besok tidak akan sama dengan saya hari ini dan saya masa lalu”.

Monday, 24 June 2013

Cerpen 2012 : Karena Basket adalah Nyawaku dan Sahabat adalah Nafasku

Karena Basket adalah Nyawaku dan Sahabat adalah Nafasku



    
Kumulai pagi ini dengan do’a, berharap segala sesuatu yang harus dihadapi dapat terselesaikan dengan baik. Panggil saja aku Naura, sebuah nama yang berarti cahaya.. cahaya untuk orang-orang di sekitarnya. Setelah berdo’a, aku beranjak mandi, kemudian bersiap diri menuju gedung olahraga (GOR). Hari ini kami akan menghadapi pertandingan final PORKAB Basket Putri 2012.
            Kupijakan kaki untuk awal kebahagiaan hari ini sambil berharap semoga akan menjadi sebuah kenangan yang terindah. Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah pemanasan, dilanjutkan dengan lay up, shooting dan under ring. Kekompakan kami akan benar-benar diuji hari ini.
            Ditengah keseriusan, kupandangi wajah para sahabatku, Jrinka, Yunia, Ain dan Sari. Dari dua belas anggota tim, kami berlima adalah tim inti. Bahkan, Jrinka juga menjadi captain di tim kami.
            Saat ini persahabatan kami sedang menghadapi sebuah masalah yang belum menemukan ujung penyelesaiannya. Masalah berawal ketika kekasih Yunia memutuskan hubungan tanpa alasan yang  jelas. Dan dalam hitungan hari, lelaki tersebut menyatakan perasaannya kepada Sari. Meskipun Sari telah menolaknya, namun Yunia menganggap Sari telah menusuknya dari belakang. Padahal, sebenarnya aku tahu betul itu tidak benar. Hanya saja, terlalu sulit untuk menjelaskan kepada seseorang yang terlanjur patah hati. Beruntung kami bisa professional, sehingga masalah pribadi tidak berpengaruh pada pertandingan dan akhirnya kami dapat masuk babak final hari ini. Meskipun yang aku rasakan kami masih bermain dengan setengah hati.
            “Priiiiiiiiiittttttttt……………!!!!!!!!!!!!!!!”
            Peluit panjang telah berbunyi. Time off telah habis. Kami berlari kecil menghampiri coach yang berdiri di pinggir lapangan. Kami berkumpul dan melingkar mendengarkan dengan baik intruksi dari coach. Setelah itu, kami saling berpegangan tangan dan coach memimpin do’a bersama.
Turian Tapadaaa...!!!” coach berteriak menyebutkan nama tim kami.
“Bisaaa…!!!” kami menjawab dengan maksud membakar semangat.
Aku, Jrinka, Yunia, Ain dan Sari berlari kecil menuju tengah lapangan. Diikuti lima anggota dari tim lawan. Sebelum bertanding, ada sesi pemotretan. Ya, tidak ada salahnya menjadi model, meski hanya sebagai model lapangan. Aku tertawa geli. Setelah pemotretan, kami mengatur posisi masing-masing.
            “Priiiiiiiiiittttttttt……………!!!!!!!!!!!!!!!”
            Peluit panjang berbunyi kembali. Kali ini pertanda pertandingan akan dimulai. Gemuruh sorak-sorai suara penonton memenuhi gedung olahraga, membuat suasana menjadi cukup menegangkan.
            Jump ball pertama didapat oleh Jrinka. Bola mengarah kepadaku. Perlahan aku men-dribble bola menuju posisi ovence dan passing ke arah Ain. Ain melakukan pivot saat dihadang lawan, bola di passing ke arah Yunia. Yunia mencoba shooting, tapi ring menolaknya.
            Di awal babak pertama, tim lawan telah berhasil mendahului mencetak empat point. Pada babak kedua, tim kami dapat menyusul meskipun tidak mengungguli skor. Masuk babak ketiga, Jrinka berusaha mengondisikan kami untuk bermain stabil. Namun, kulihat Yunia dan Sari masih tetap pada keegoisan masing-masing. Yunia mendapatkan passing bola dari Jrinka, dan Sari yang telah berlari mendekati ring berteriak memanggil Yunia agar segera memberikan passing kepadanya untuk segera mencetak point.
            “Dakkkk !!!”
            Passing keras dari Yunia tidak tepat sasaran. Kepala Sari terkena passing  yang cukup keras sampai membuatnya terjatuh dan merintih kesakitan. Dengan segera tim medis menolong Sari.
“Hey, Yunia! Kamu sadar gak sih dengan perbuatanmu? Gila kamu!” ucap Jrinka dengan nada tinggi dan terlihat marah mulai emosi, kemudian berlari ke arah Sari.
“Yunia! Jangan egois kamu! Gak mau denger penjelasan orang, tapi bisanya cuma menyimpan dendam.” Ain ikut marah.
            Aku menatap Yunia. Kedua matanya berkaca-kaca. Dia menatapku dan aku hanya menggelengkan kepala. Air matanya pun akhirnya terjatuh. Yunia menyeka air matanya dan berlari menghampiri Sari yang masih terduduk lemah di tempat kejadian ia terkena lemparan bola.
“Sari..Maafkan aku…” ucap Yunia.
Sari mendongakkan kepalanya dan tersenyum.
“Aku gak-papa kok.”
Yunia mengulurkan tangannya dan Sari pun menerima uluran tangan Yunia, kemudian beranjak berdiri.
Jrinka terlihat tersenyum. Aku dan Ain saling berpandangan, kemudian tersenyum. Ya, jiwa kami telah bersatu untuk babak terakhir dan perjuangan yang sesungguhnya akan dimulai.
            Pertandingan kembali dilanjutkan. Babak keempat yang semakin menegangkan, skor 18-20 untuk tim kami. Di posisis divence, Sari merebut bola dari lawan, passing ke arah Yunia. Yunia melakukan gerakan ancaman, kemudian passing ke arah Ain. Ain melakukan pivot. Aku yang telah berlari jauh mendekati ring menerima passing jauh dari Ain dan melakukan lay up.
            “Priiiiiiitttt….!”
            Salah satu anggota dari tim lawan melakukan foul terhadapku. Aku mendapatkan 2 tembakan free throw. Terdengar tepuk tangan riuh penonton saat melihat pertandingan yang semakin sengit.
“Naura…Kamu pasti bisa!” Jrinka membisikkan perkataan yang membuat bulu kudukku merinding dan tanpa memandangnya, aku menatap sebuah ring yang berada di depanku. Sebelum melakukan tembakan, aku menoleh ke arah coach yang berdiri di pinggir lapangan. Tatapan matanya berharap aku dapat mencetak dua point untuk menyamakan skor. Beruntung, Tuhan mengabulkan do’a kami.
            “Priiiiiiiiiittttttttt……………!!!!!!!!!!!!!!!”
            Pertandingan berakhir dengan skor sama, 20-20.
            Terjadi overtime.. Perpanjangan waktu untuk pertandingan selama lima menit. Penonton semakin menggila, ada yang mendukung tim kami, adapula yang mendukung tim lawan, mereka beradu yel-yel. Pada menit ketiga, Yunia menyumbangkan satu point dari tembakan free throw dan tim kami mengungguli point, 21-20. Namun, pada menit kelima detik-detik terakhir, salah satu anggota dari tim lawan dapat menjebol divence dari Yunia dan Sari, kemudian melewati posisi center dari Ain dengan melakukan gerakan tipuan memutar badan dan melakukan shooting.
            “Prakkk!!!” bola masuk.
            “Priiiiiiiiiittttttttt……………!!!!!!!!!!!!!!!”
            Pertandingan benar-benar berakhir dan skor kami sebelumnya tergeser. Kami harus puas dengan posisi kedua dengan skor akhir 21-22. Kami pun terduduk lemas di tengah lapangan dan menutup wajah dengan kedua telapak tangan, menangis atas takdir Tuhan hari ini.
            Dengan wibawanya sebagai seorang captain, Jrinka membangunkan kami sambil berkata, “Bangunlah..Kalian the best..Kalian hebat..Kita tetap juara..Juara untuk diri kalian sendiri..Juara mengalahkan keegoisan..Untuk tim,untuk persahabatan..!”
Kulihat Yunia dan Sari berpelukan, diikuti Jrinka dan Ain. Aku menggeserkan tubuhku yang masih terduduk di  lapangan jauh dari mereka berempat, berjalan dengan kedua tangan dan menyeret tubuhku yang masih lemas ke pinggir lapangan. Kemudian aku menerima uluran sebuah tangan yang sangat kukenal. Aku beranjak berdiri dan memeluk tubuhnya degan erat. Beliau mengelus pelan kepalaku dan memberikan kecupan manis di keningku.
            Puas menangis dan saatnya kini kami melepas tawa. Dipasangkan oleh Bapak Basket Kabupaten Malang sebuah medali perak kepada masing-masing anggota tim kami dan Jrinka mewakili tim Turian Tapada menerima sebuah tropi bertuliskan “JUARA II PORKAB 2012 Basket Putri”.
            Matahari mulai meredupkan cahayanya, ia terlihat lelah setelah seharian menjadi saksi bisu atas perjuangan dan kemenangan kami. Hari ini adalah hari terindah di sepanjang perjalanan hidupku, dimana basket dan sahabat menjadi suatu kenangan yang tidak akan pernah kulupakan…
            Sebenarnya, bukan kenangan buruk yang membuat kita bersedih, tetapi kenangan indah yang kita tau mungkin tak akan terulang kembali.

 

Sunday, 12 May 2013

Motivation : Come Back to ALLAH (WAJIB DIBACA!)


 

Allah swt tidak pernah menjanjikan bahwa:
- Langit itu selalu biru
- Bunga selalu mekar
- Mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa DIA selalu memberi:
- Pelangi .....disetiap badai
- Senyum .....disetiap air mata
- Berkat .......disetiap cobaan
- Jawaban .....disetiap doa

Jangan pernah menyerah, terus berjuanglah! "Life is So Beautiful"
- Hidup adalah tantangan,....Hadapilah
- Hidup adalah anugerah,.... Terimalah
- Hidup adalah tugas,..........selesaikanlah
- Hidup adalah cita2,...........capailah
- Hidup adalah misteri,........singkapkanlah
- Hidup adalah kesempatan,..ambillah
- Hidup adalah lagu,............nyanyikanlah
- Hidup adalah janji,............penuhilah
- Hidup adalah keindahan,...bersyukurlah
- Hidup adalah teka-teki,.....pecahkanlah

1 hal yg buat kita bahagia adalah....cinta
1 hal yg buat kita tambah dewasa adalah....masalah
1 hal yg buat kita hancur adalah....putus asa
1 hal yg buat kita maju adalah....usaha
1 hal yang buat kita kuat adalah....DOA